Karawang, Jabar (ANTARA) - Panitia Program Vaksinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengakui beberapa hari terakhir sempat terjadi kerumunan pada kegiatan vaksinasi di Stadion Singaperbangsa Kabupaten Karawang
"Itu (kerumunan) terjadi saat pintu gerbang stadion belum dibuka," kata Panitia Program Vaksinasi BPBD Jabar, Fauzan Kemal Akbar di Karawang, Kamis.
Menurut dia setelah gerbangnya dibuka semuanya terkendali dan berjalan dengan baik, sebab para peserta mengikuti petunjuk dari pelaksana dan menjaga protokol kesehatan COVID-19.
Baca juga: Seribu santri di Karawang jadi target program vaksinasi COVID-19 BIN
Baca juga: Tribun Stadion Singaperbangsa Karawang dijadikan lokasi vaksinasi massal
Ia mengaku sudah melibatkan tim pengamanan gabungan TNI-Polri dan panitia lokal, termasuk melibatkan relawan untuk mengurai terjadinya kerumunan.
"Kami telah bekerja sama dengan aparat keamanan yang yang bertugas untuk mengurai kerumunan itu. Jadi meskipun sempat terjadi kerumunan, tapi dapat diurai," katanya.
Ditanya tentang kerumunan yang terjadi karena dilakukan pendaftaran di tempat, Kemal mengakui hal tersebut.
Pada saat itu pendaftaran vaksin secara daring (online), kata Fauzan Kemal Akbar, masih sangat minim sehingga dibuka opsi untuk pendaftaran luar ruangan (luring).
Baca juga: Polisi berhasil urai kerumunan di lokasi vaksinasi Stadion Karawang
Sementara itu, Sentra Vaksinasi Karawang menargetkan vaksinasi kepada 56 ribu orang dalam program vaksinasi massal yang digelar di Stadion Singaperbangsa Karawang.
Program vaksinasi ini digelar pada 24 Juli hingga 20 Agustus 2021 untuk dosis pertama. Kemudian untuk dosis kedua dilaksanakan pada 21 Agustus hingga 17 September 2021.
Panitia Vaksinasi BPBD Jabar di Karawang akui sempat terjadi kerumunan
Kamis, 5 Agustus 2021 20:18 WIB

Peserta antre untuk divaksin di Stadion Singaperbangsa sebagai Sentra Vaksinasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. (FOTO ANTARA/Ali Khumaini).
Itu (kerumunan) terjadi saat pintu gerbang stadion belum dibuka.