Usmar: Kota Bogor Perlu Moratorium Izin Bangunan

Bogor (Antara) - Calon Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman berpendapat, penundaan sementara perizinan (moratorium) untuk bangunan perlu dilakukan, karena sudah terlalu banyak bangunan, khususnya pusat perbelanjaan di Kota Bogor.

Bahkan ada bangunan besar seperti pusat perbelanjaan yang lahan parkirnya menumpang di tempat lain.

"Selama moratorium itu, kita akan evaluasi dan sesuaikan dengan Visi Masyarakat Bogor yaitu menjadikan Bogor sebagai kota yang nyaman," kata Usmar yang bersama Bima Arya maju dalam Pemilihan Walikota Bogor 2013 ini.

Mengenai anggapan bahwa banyaknya pusat perbelanjaan sebagai tanda kemajuan kota, Usmar mengajukan pertanyaan : apakah itu menimbulkan pemerataan kemakmuran bagi seluruh warga Bogor, dan apakah itu membuat kita nyaman, aman tinggal di Bogor?.

“Saya percaya obrolan warung kopi, saya percaya obrolan orang pasar, saya percaya obrolan warga dari berbagai halal bi halal, saya percaya kritik mahasiswa. Intinya masyarakat banyak sekali mengeluhkan soal kemacetan, lahan parkir yang tidak diatur dengan baik," ujarnya.

Pendapat Usmar Hariman ini  dikuatkan hasil penelitian Charta Politika.  Arya Fernandez dari Charta Politika menjelaskan  “Survei kita sampai akhir Juli 2013 lalu menunjukkan separuh masyarakat Bogor tidak puas terhadap kinerja pemerintah.

Bahkan raport pemerintah jeblok di dua isu utama, yaitu kemacetan dan pengaturan PKL.

Menurut Usmar yang juga alumnus Institut Pertanian Bogor itu, Perda  No 8 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor 2011-2031 sudah diakui oleh banyak ahli sangat bagus. "Tetapi seperti diketahui masyarakat juga, pelaksanaannya yang tidak bagus. Ini rahasia, tapi rahasia umum," kata Usmar
Hariman.

Ia juga menyatakan optimis bersama Bima Arya dapat menjadikan Bogor sebagai Kota yang nyaman, seperti yang diinginkan masyarakat.
TZ