Kamis, 30 Maret 2017

Aksi Tawuran Pelajar Di Bekasi Digagalkan

id tawuran pelajar, Gang Kelinci, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Humas Polsek Cikarang, Aiptu Sutiman, SMK BK Karya Karawang, SMK Gunung Jat
Senjata tajam itu disinyalir sudah ada yang menyiapkan dan akan digunakan untuk aksi tawuran antar SMK.
Cikarang, Bekasi (Antara Megapolitan) - Polsek Cikarang, Jawa Barat berhasil menggagalkan aksi tawuran pelajar di Gang Kelinci, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kamis (16/03) pukul 15.22 WIB.

"Kami berhasil menggagalkan aksi tawuran tersebut dan mengamankan 88 pelajar dari SMK Kabupaten Karawang," kata Kepala Sie Humas Polsek Cikarang, Aiptu Sutiman di Cikarang, Jumat.

Disebutkannya 88 pelajar itu terdiri 83 orang siswa SMK BK Karya Karawang, 3 orang siswa SMK Gunung Jati Karawang, 1 orang siswa SMK Yayasan Utama Karawang dan 1 orang SMK Karya Bakti Rengas Bandung.

Menurut dia dari lokasi berkumpul, ditemukan sejumlah barang bukti antara lain 1 buah ketapel, 1 buah pecutan serta 1 buah celurit.

"Senjata tajam itu disinyalir sudah ada yang menyiapkan dan akan digunakan untuk aksi tawuran antar SMK," katanya.

Dalam pengungkapan kasus aksi jelang tawuran ini diperoleh dari masyarakat setempat. Berdasarkan laporan disebutkan bahwa daerah tersebut sering kali untuk ajang tawuran pelajar.

Guna mengantisipasi segala bentuk tindak kriminalitas, meminta kerja sama masyarakat untuk ikut proaktif dalam menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing.

Masyarakat juga diharapkan memberikan informasi bila ada indikasi atau potensi tawuran antar pelajar di wilayah hukumnya.

Menyikapi masalah tawuran ini, Polsek Cikarang juga meminta kepada pihak sekolah maupun orang tua murid agar lebih dapat mengontrol anak-anaknya.

Sementara itu, pihak kepolisian melakukan pendataan pelajar yang mengikuti aksi tawuran. Kemudian setelah dilakukan pendataan maka akan memanggil orang tuanya dan guru pendamping untuk membuat surat pernyataan.

Dalam pernyataan itu berisi janji pelajar untuk tidak mengulangi perbuatannya dan akan lebih mematuhi aturan yang berlaku. Bila tertangkap atau mengulangi perbuatannya akan tetap ditindaklanjuti.

Aiptu Sutiman menjelaskan ke-88 pelajar sudah dipulangkan ke sekolah masing-masing dan kemudian diserahkan kepada guru pendamping untuk diberikan pembinaan terkait perbuatannya.

Sedangkam untuk masyarakat sekitar meminta untuk lebih kritis dalam menyikapi masalah, dikarenakan tindak pidana yang sering terjadi ada pada sekitar kita.

"Perlunya kewaspadaan diri agar lingkungan sekitar tetap terjaga keamanannya," ucap dia.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga