Minggu, 28 Mei 2017

Ini Proyek Indonesia Yang Bikin PBB Penasaran

id Ini, Proyek, Indonesia, Yang, Bikin, PBB, Penasaran
Ini Proyek Indonesia Yang Bikin PBB Penasaran
Pekerja mengerjakan proyek rel kereta api. (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna/Dok).
Proyek ini salah satu program signifikan karena bisa memberikan alternatif angkutan umum perkotaan, ditambah dengan keterpaduan dengan moda lain, seperti bus (Transjakarta), kereta rel listrik (KRL) serta keterjangkauan dari permukiman
Jakarta (Antara Megapolitan) - Badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus pada ekonomi dan transportasi perkotaan, yaitu United Nations - Economics and Social Commisions for Asia and the Pacific (UN-ESCAP) mengunjungi proyek "mass rapid transit" di Bundaran Hotel Indonesia (HI).  

Direktur Divisi Transportasi ESCAP Yuwei Li beserta seluruh delegasi dari negara-negara Asia Pasifik menaiki bus Transjakarta ke lokasi proyek MRT tersebut di Jakarta,  Jumat.

Li menuturkan tujuan kunjungan tersebut untuk mengetahui salah satu proyek yang akan menjadi alternatif transportasi Jabodetabek itu.

Sekaligus,  lanjut dia  sebagai bahan pengukuran indeka kota dengan transportasi berkelanjutan di mana Jabodetabek adalah salah satu kota yang akan dijadiikan proyek percontohan.

"Proyek ini salah satu program signifikan karena bisa memberikan alternatif angkutan umum perkotaan,  ditambah dengan keterpaduan dengan moda lain,  seperti bus (Transjakarta), kereta rel listrik (KRL) serta keterjangkauan dari permukiman," katanya.  

Dalam kesempatan sama, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Elly Adriani Sinaga mengataka MRT merupakan salah satu moda transportasi yang akan mengubah wajah transportasi Jabodetabek ke depannya.

Dengan adanya MRT ditambah dengan pembangunan proyek transportasi, seperti kereta ringan, menurut dia akan menaikkan standar transportasi Kota Jakarta setingkat dengan kota-kota di negara maju lainnya.

Untuk itu,  lanjut dia  progres penyelesaian MRT dipercepat baik untuk Tahap 1 (Bundaran HI-Lebak Bulus),  Tahap 2 (Bundaran HI-Ancol Timur) dan Barat-Timur (Balaraja-Cikarang).

"Jabodetabek akan dijadikan tolok ukur,  jadi kita sekarang bangun secara masif MRT,  LRT,  BRT (Bus Transjakarta)", kereta bandara dan sebagainya agar melompati standar rendah ke kota yang akan dilihat dunia," katanya.

Adapun, progres pembangunan MRT,  yakni per 28 Februari 2017, stuktur layang dari Bundaran Senayan hingga Lebak Bulus mencapai 50,71 persen,  sementara untuk bawah tanah dari Bundaran Senayan hingga Bundaran HI,  yaitu 83,21 persen.

Pekerjaan sipil telah mencapai 66,92 persen dengan empat terowongan sudah tersambung.  

Ketinggian dari permukaan tanah hingga ke bawah tanah,  yakni 19 meter di Bundaran Hi,  Setiabudi 20 meter dan Dukuh Atas paling dalam 27 meter karena melewati Banjir Kanal Barat.

Setiap harinya ditargetkan mengangkut sebanham 173.400 penumpang dengan 16 rangkaian kereta,  terdiri dari satu rangkaian enam kereta.  

Dalam sekali angkut, MRT bisa menampung 2.000 penumpang dengan jangka waktu kedatangan (headway) setiap lima menit.

Editor: Andi Firdaus

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga