Sabtu, 24 Juni 2017

Ada 'Musik Kucingan' Di Semarang

id Ada, Musik, Musik Kucingan, Kucingan, Semarang, Jateng, Jawa Tengah, Budaya, Hiburan, pendidikan, DPRD, Karakter, Adap, Sopan Santun, Hiburan
Ada 'Musik Kucingan' Di Semarang
Ilustrasi - Sejumlah anak Murid SD sedang memperagakan musik kentongan dari batang bambu untuk mendukung kegiatan Siskamling/Kamtibmas/Ronda malam, di Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. (ANTARA FOTO/M.Tohamaksun/Dok).
Berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Semarang, Minggu (12/2) malam, sejumlah band lokal didaulat menampilkan performanya untuk menghibur masyarakat penonton.
Semarang (Antara Megapolitan) - "Kucingan, Musik Malam Purnama", pergelaran musik yang diinisiasi Semarang Sound System Community (S3C) menjadi ajang untuk mendongkrak musisi dan band lokal Kota Semarang.

Berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Semarang, Minggu (12/2) malam, sejumlah band lokal didaulat menampilkan performanya untuk menghibur masyarakat penonton.

Tercatat, band MaeZtro, Pasutri, Picasso, Premiere 38, dan Rock Star tampil dengan lagu-lagu bernuansa rock dalam ajang yang sudah kali kedua digelar itu.

Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi selaku tuan rumah, dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Henry Wahyono.

Kucingan, adalah istilah untuk penjual nasi kucing, semacam nasi bungkus berukuran kecil yang dijajakan menggunakan gerobak atau biasa disebut dengan "hik" kalau di Solo dan "angkringan" untuk istilah masyarakat Yogyakarta.

Layaknya kucingan, hik, atau angkringan, suasana konser musik itu pun terasa hangat tanpa sekat antara pejabat dan masyarakat meski diselimuti gerimis yang tak kunjung mereda.

Sembari menikmati musik, penonton pun bisa menikmati nasi kucing, aneka camilan, dan minuman hangat, seperti teh dan jahe rempah yang tersedia.

"Kami ingin mengakomodir musisi-musisi Semarang untuk tampil. Sebetulnya, banyak musisi Semarang yang hebat, namun belum banyak dikenal," kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi.

Dengan konser sederhana seperti "Kucingan", Lek Di, sapaan akrab Supriyadi yang juga Dewan Penasehat S3C berharap bisa lebih banyak musisi maupun grup band lokal yang terangkat dan 'moncer'.

Ia mengatakan selama ini Semarang juga kerap menjadi jujukan pergelaran musik atau konser besar, tetapi hampir tidak pernah mengakomodasi band-band lokal yang potensial untuk 'unjuk gigi'.

"Setiap even besar yang digelar di Semarang hampir tidak pernah memunculkan musisi lokal, tetapi malah menampilkan artis luar kota maupun musisi Ibu Kota," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Maka dari itu, kata dia, S3C tergerak menggelar "Kucingan" secara rutin untuk memfasilitasi para musisi lokal, sebagai ajang silaturahmi, sekaligus memberikan hiburan gratis bagi warga Semarang.

Penyelenggaraan "Kucingan" pun tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi merupakan swadaya, termasuk dilakukan pula "saweran" dalam setiap pertunjukan.

"Ini mandiri, tidak ada kaitannya dengan APBD. Namun, para pejabat pun diharapkan ikut berpartisipasi. Sekarang di sini, selanjutnya Pak Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan seterusnya bisa mengikuti," katanya.

Yang jelas, kata dia, para musisi Semarang selama ini kurang wadah untuk mengekspresikan kreativitasnya sehingga perlu dukungan agar mereka minimal bisa dikenal di tingkat lokal, kemudian regional, nasional, dan tidak tertutup kemungkinan "go-international".

Rencananya, pergelaran "Kucingan; Musik Malam Purnama" yang kali ketiga nanti akan digelar di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.  (Ant). 

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga