Minggu, 23 April 2017

PDAM Patriot Ingatkan PDAM Tirta Bhagasasi

id PDAM, PDAM Tirta Patriot, PDAM Tirta Bhagasasi, arif pembelian air curah, Humas PDAM Tirta Patriot, Uci Indrawijaya, ongkos produksi, Bekasi
PDAM Patriot Ingatkan PDAM Tirta Bhagasasi
Ilustrasi - Air baku PDAM. (Foto Antara/Dok)
Tarif Rp3 ribu per meter kubik ini sudah tidak sesuai lagi, karena ongkos produksi saja mencapai Rp4.500 per meter kubik.
Bekasi (Antara Megapolitan) - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Patriot Kota Bekasi, Jawa Barat, mengingatkan PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi untuk menyelesaikan pembahasan penyesuaian tarif pembelian air curah paling lambat 1 Februari 2017.

"Kami sudah melayangkan surat pemberitahuan penyesuaian tarif air baku kepada PDAM Tirta Bhagasasi pada Kamis (12/1) tapi belum ada respons," kata Kasubag Humas PDAM Tirta Patriot Uci Indrawijaya di Bekasi, Kamis.

Menurut dia, bila sampai batas waktu yang ditentukan belum juga ada respons, pihaknya akan menghentikan penjualan air curah kepada PDAM Tirta Bhagasasi secara sepihak.

Kerja sama penjualan air curah kepada PDAM Tirta Bhagasasi itu selama ini dilakukan PDAM Tirta Patriot di Kantor Cabang Pelayanan Wisma Asri dan Harapan Baru untuk memasok kebutuhan air bersih bagi 20 ribu pelanggan di kawasan itu.

Kerja sama yang sudah berjalan sejak 2013 itu diagendakan sudah berakhir sejak 31 Desember 2014 dengan besaran harga air curah Rp3 ribu per meter kubik.

Namun hingga akhir 2016, kata dia, PDAM Tirta Patriot tetap memberikan dispensasi memasok kebutuhan air curah bagi produksi PDAM Tirta Bhagasasi di kantor cabang itu dengan alasan kepentingan pelanggan.

Hasil penghitungan pihaknya, tarif kerja sama yang berlaku sebelumnya dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan beban produksi air saat ini, sehingga perlu ada revisi.

"Tarif Rp3 ribu per meter kubik ini sudah tidak sesuai lagi, karena ongkos produksi saja mencapai Rp4.500 per meter kubik," katanya.

Pihaknya mengultimatum akan menyetop total pasokan air curah ke Kantor Cabang Pelayanan Wisma Asri dan Harapan Baru bila sampai batas waktu yang ditentukan tidak juga ada respons.

"Tinggal kemauan dari direksi PDAM Tirta Bhagasasi saja maunya bagaimana, kalau tidak mau diselesaikan, ya kita tutup biar kita juga tidak rugi,," katanya.

Menurut Uci, ketidaksesuaian tarif ini juga diperkuat dengan laporan hasil evaluasi Badan Pengawas Keuanga dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat yang menyatakan adanya kerugian keuangan perusahaan dari kerja sama penjualan air curah tersebut.

"Karena rata-rata penjualan masih di bawah harga pokok. Sebagai pembanding, rata-rata tarif untuk kelompok rumah tangga golongan II di PDAM Tirta Patriot saat ini sudah Rp6 ribu per meter kubik," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga