Rabu, 29 Maret 2017

Kemenristekdikti - ITB Kerja Sama Kembangkan Ponsel Pintar

id ponsel pintar, Kemenristekdikti, ITB, Institut Teknologi Bandung, Menteri Ristekdikti, Prof H Mohamad Nasir, teknologi 4G LTE, sistem koperasi, rektor
Kemenristekdikti - ITB Kerja Sama Kembangkan Ponsel Pintar
Ilustrasi - Pedagang Telepon Selular (ponsel) di salah satu pusat penjualan ponsel di Jakarta. (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa/Dok)
Ponsel pintar menggunakan sistem operasi Android OS1 yang merupakan komponen utama dalam program besutan anak-anak ITB.
Cikarang, Bekasi (Antara Megapolitan) - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bersama Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat melakukan kerja sama pengembangan teknologi berbasis ponsel pintar dengan empat perusahaan yang menggunakan teknologi 4G LTE berbasis ICT.

"Perusahaan itu diantaranya PT Indi, TSM, Jalawave Integra, dan VS Technology Indonesia," kata Menteri Ristekdikti, Prof H Mohamad Nasir di Kabupaten Bekasi, Rabu.

Menurut dia ini guna mewujudkan kreatifitas pemuda bangsa dan sudah seharusnya Indonesia juga mengapresiasikan keunggulan dalam bersaing dibidang ilmu pengetahuan berbasis teknologi.

Selain itu produk ini telah lulus uji riset, dimana memiliki kemampuan yang berbeda dengan ponsel pada umumnya.

Perbedaan itu juga cukup signifikan karena pembeli tidak dirugikan bila membeli ponsel pintar ini.

Dikarenakan Kementrian Ristekdikti mengenalkan produk ini menggunakan sistem koperasi. Dengan cara anggota hanya perlu membayar Rp1.200.000 dan langsung mendapatkan ponsel pintar ini.

"Setelah pemakaian dua tahun ponsel tipe pertama akan di ganti dengan yang keluaran terbaru tanpa harus mengeluarkan biaya," katanya.

Tentu ini cukup menguntungkan bagi anggota koperasi itu dikarenakan banyak sisi lain yang menjadi barometer pendataan pemilik ponsel dengan cara iklan baris yang ada di tiap atas atau bawah layar secara tidak langsung menghasilkan poin yang dapat ditukar dengan voucher game`, pulsa, atau pilihan lainnya.

Ia menambahkan dalam kelengkapan fitur juga mengalami perbedaan dengan PO sel pada umumnya. Beberapa aplikasi seperti market fitur, dan juga aplikasi yang ada tidak dapat dihapus.

Ini dikarenakan ponsel pintar menggunakan sistem operasi Android OS1 yang merupakan komponen utama dalam program besutan anak-anak ITB.

Sementara itu Rektor Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Prof. Dr Ir Kadarsyah Suryadi merasa bangga dan akan terus mengapresiasikan keunggulan teknologi agar Indonesia mampu bersaing di pasar Internasional dalam hal penciptaan alat-alat industri, maupun keseharian.

Dan juga mengapresiasikan dukungan yang diberikan kementerian adalah salah satu bentuk upaya yang cukup baik guna kemajuan bangsa.

Ini adalah salah satu jalan untuk memperlihatkan dan mengenalkan kualitas produk dalam negeri tidak kalah bersaing dengan luar negeri.

Beberapa alat yang sudah diciptakan juga mampu menembus pasar internasional dan juga menjadi trademark tersendiri.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga